Asas Thermodinamik pada lemari es atau refrigerator

Hukum Pertama Thermodinamik
Energi  dalam segala bentuknya dapat saling dipertukarkan , hukum yang pertama dari thermodinamik mengadopsi kenyataan ini dalam kekerabatan antara panas (heat) dan kerja (work).

Persamaan berikut ini menyampaikan kekerabatan tersebut.

                        Q = AW   ( AQ = 1  )
                                                                         
Dimana : A =   Heat setara Kerja 1 kcal/kgm
                                                       427
         J  =    Kerja setara Heat  427kgm/kcal

               W =   Jumlah dari Kerja  (kgm)

                Q =   Jumlah dari Heat (kcal).

Hukum Kedua Thermodinamik 

Kerja mampu seluruhnya diubah menjadi Heat namun tidak untuk sebaliknya. Dari kesimpulan hukum yang pertama bahwa konversi mampu dilakukan pada asas yang sama , namun ternyata tidaklah demikian. Berdasarkan hasil observasi ini diharapkan hukum lain dimana heat masih tetap diharapkan , hukum tersebut dinamakan sebagai hukum kedua thermodinamik.
Heat dari suatu benda pada temperature tertentu tidak dapat dikonversikan menjadi kerja secara keseluruhannya.
Heat tidak dapat dipindahkan dari suatu benda yang bertemperatur lebih rendah kepada benda lain yang bertemperature lebih tinggi tanpa mengakibatkan terjadinya perubahan pada  benda lain selain dari dua benda tersebut.

Heat dan Perubahan Wujud Benda

Mesin pendingin atau lemari es , refrigerator , cara kerjanya bukanlah mendatangkan hirau taacuh , akan tetapi mesin pendingin bekerja dengan cara memindahkan panas (heat removing). Sehubungan dengan hal tersebut , menambah atau memindahkan heat , suatu benda akan berubah ujud phisiknya: 

Jika Heat ditambahkan =  Padat   Cair   Uap (gas)

Jika Heat dipindahkan   =  Uap (gas)    Cair    Padat


Ilustrasi perubahan yaitu sebagai berikut :   

Asas Thermodinamik pada lemari es atau refrigerator
Asas Thermodinamik pada lemari es atau refrigerator

Pada suatu benda padat , kalau kepadanya kita tambah jumlah     kalornya , maka secara berangsur-angsur benda tersebut akan  berubah ujudnya dari padat menjadi cair. (baca: alur kerja mesin pendingin pada lemari es)

Diagram berikut ini menyampaikan perubahan :

Batu Es      Air      Uap


Asas Thermodinamik pada lemari es atau refrigerator
Asas Thermodinamik pada lemari es atau refrigerator

Titik titik A , C , dan E menyampaikan terjadinya perubahan phisik dari suatu benda atau zat bila kepadanya kita tambahkan heat dalam jumlah tertentu. Penambahan heat ini akan menaikkan temperature benda tersebut , heat tersebut disebut sebagai sensible heat.
  • Batu es pada titik A yang berada pada temperature mulai 0 derajat celicus sampai -40 derajat celcius ,  jika kepadanya kita tambahkan heat sebanyak 20 kcal pada setiap kg bobot watu es tersebut maka watu es tersebut akan meleleh menjadi air es.
  • Penambahan heat sebanyak 80 kcal pada setiap kg bobot seterusnya tidak akan mengakibatkan temperaturnya meningkat dan akan tetap menjadi 0 derajat celcius sebab 0 derajat celcius yaitu Latent Heat untuk titik leleh dan sekaligus sebagai Latent Heat untuk titik beku = 80 kcal/kg.
  • Jika heat ditambah lagi sebanyak 100 kcal/kg maka air   akan mendidih dan temperaturnya bermetamorfosis 100 derajat celcius.
  • Kemudian kalau kepada air yang sedang mendidih kita berikan lagi heat sebesar 539 kcal/kg , air mendidih akan  berubah menjadi uap tanpa merubah temperaturnya yang tetap 100 derajat celcius
Latent Heat untuk uap air = Latent Heat untuk pengembunan = 539 kcal/kg. Kalau kita memindahkan 539 kcal/kg heat dari uap air , maka uap air akan bermetamorfosis air mendidih sementara temperaturnya akan tetap berada pada 100 derajat celcius. (baca: komposisi dan alur kerja mesin pendingin pada lemari es)

Komentar